Sosok suku Viking tidak asing bagi kita, seperti kita ketahui biasanya para suku Viking menggunakan topi besi dengan memiliki dua tanduk. Keberadaan para suku Viking bukanlah hanya sebuah cerita, suku mereka memang ada.
Beberapa tahun silam di Inggris, para pekerja yang sedang menggali tanah untuk pembuataan jalan secara tidak sengaja menemukan puing - puing tulang belulang manusia yang disinyalir mereka dulunya adalah para suku Viking.
Menurut para arkeolog, kuburan masal tersebut tidak sengaja terbentuk akibat peperangan antara suku Viking dengan suku Anglo-Saxon. Para suku Viking datang ke Inggris dan berusaha menjajah suku Anglo-Saxon, namun kekuatan mereka tak cukup besar untuk melumpuhkan kaum Anglo-Saxon sehingga menelan kekalahan yang mengerikan.
Para penjajah dari suku Viking justru mendapatkan serangan pembantaian dari suku Anglo-Saxon. Melihat dari catatan sejarah yang ditulis Ratu Emma, istri sang Raja, tentara Viking tersebut merupakan prajurit pemburu dibawah pimpinan langsung dari Raja Norse yang berulang kali berusaha menjajah daerah pesisir selatan negeri Inggris pada tahun ke 1000 Masehi. Para prajurit Viking dibawah komando Raja Norse tersebut biasa dikenal dengan sebutan Jomsviking.
Pembantaian masal tersebut terjadi saat para Jomsviking yang rata - rata berusia 20 tahun ini dalam keadaan lengah dan tiba - tiba mendapatkan serangan dari suku Anglo-Saxon. Mereka kalah dengan telak kemudian dipermalukan dengan dibunuh satu persatu menggunakan pedangnya sendiri - sendiri.
Showing posts with label Informasi. Show all posts
Showing posts with label Informasi. Show all posts
Thursday, January 26, 2012
Wednesday, January 25, 2012
Hidup Adalah Perjuangan Tanpa Henti
Sejak janin seseorang dilahirkan ke dunia ini, itu adalah awal dari sebuah perjuangan hidupnya, ucapkan selamat datang dan bergabung dengan ras manusia yang penuh muslihat, tipu daya, ambisi dan pertikaian.
Perjuangan pertama pun dimulai, memperkenalkan diri dengan sesama dan bergabung bersama dunianya, dunia para manusia. Perjuangan di dalam menjalani hidup tidak akan berhenti selama seseorang masih bernafas dan jantungnya masih dapat memompa darah ke tubuhnya.
Untuk hidup manusia harus berjuang, perjuangan itu adalah mencari materi, menghadapi persoalan dan bersosialisasi. Tiga hal tersebut merupakan sesuatu yang mutlak dilakukan dalam kehidupan manusia.
1. Mencari materi
Kebutuhan akan materi tidak akan dapat dilepaskan atau dihindari. Untuk melanjutkan hidup, manusia memerlukan materi. Materi berupa benda seperti tempat tinggal, sarana transportasi, pakaian, makanan dan uang. Tanpa materi, seseorang tidak akan dapat melanjutkan hidupnya.
2. Menghadapi persoalan
Tidak ada satu orang pun manusia di muka bumi ini yang tidak pernah tidak berhadapan dengan masalah. Masalah dan persoalan akan selalu membayangi dalam tiap langkah dan jengkal kehidupan seorang manusia. Percuma mencoba lari dari persoalan, dia akan selalu datang, karena masalah dan manusia ditakdirkan berjalan bersama. Namun, tidak ada masalah yang tidak pernah bisa dipecahkan. Jadi, hadapilah!
3. Bersosialisasi
Menjalani kehidupan bagai mengarungi samudera dan setiap kita adalah materi dari sebuah kapal. Anda adalah dayung dan mungkin bos anda adalah sebuah layar. Teman anda adalah tali tambang dan mungkin tetangga anda adalah sebuah jangkar. Dengan bersosialisasi dengan orang lain, maka akan terciptalah sebuah kapal yang siap mengarungi samudera kehidupan. Untuk hidup, manusia harus bekerjasama dengan orang lain.
Perjuangan pertama pun dimulai, memperkenalkan diri dengan sesama dan bergabung bersama dunianya, dunia para manusia. Perjuangan di dalam menjalani hidup tidak akan berhenti selama seseorang masih bernafas dan jantungnya masih dapat memompa darah ke tubuhnya.
Untuk hidup manusia harus berjuang, perjuangan itu adalah mencari materi, menghadapi persoalan dan bersosialisasi. Tiga hal tersebut merupakan sesuatu yang mutlak dilakukan dalam kehidupan manusia.
1. Mencari materi
Kebutuhan akan materi tidak akan dapat dilepaskan atau dihindari. Untuk melanjutkan hidup, manusia memerlukan materi. Materi berupa benda seperti tempat tinggal, sarana transportasi, pakaian, makanan dan uang. Tanpa materi, seseorang tidak akan dapat melanjutkan hidupnya.
2. Menghadapi persoalan
Tidak ada satu orang pun manusia di muka bumi ini yang tidak pernah tidak berhadapan dengan masalah. Masalah dan persoalan akan selalu membayangi dalam tiap langkah dan jengkal kehidupan seorang manusia. Percuma mencoba lari dari persoalan, dia akan selalu datang, karena masalah dan manusia ditakdirkan berjalan bersama. Namun, tidak ada masalah yang tidak pernah bisa dipecahkan. Jadi, hadapilah!
3. Bersosialisasi
Menjalani kehidupan bagai mengarungi samudera dan setiap kita adalah materi dari sebuah kapal. Anda adalah dayung dan mungkin bos anda adalah sebuah layar. Teman anda adalah tali tambang dan mungkin tetangga anda adalah sebuah jangkar. Dengan bersosialisasi dengan orang lain, maka akan terciptalah sebuah kapal yang siap mengarungi samudera kehidupan. Untuk hidup, manusia harus bekerjasama dengan orang lain.
Tuesday, January 24, 2012
Tak Percaya Sudah Meninggal, Masih Dikasih Susu
Kecelakaan maut yang terjadi di daerah Tugu Tani menyisakan duka yang mendalam bagi para kerabat korban dan seluruh warga Indonesia juga bersimpatis dengan kejadian yang memilukan ini.
Ketika melihat video amatir yang beredar di internet, ada salah salah satu peristiwa yang membuat hati saya sangat tersentuh. Dalam salah satu cuplikan video tersebut terlihat seorang ayah membawa anaknya yang bernama Yusuf (2,5 tahun) telah terbujur kaku dalam gendongannya, ayah Yusuf berusaha memberikan dot berisi air susu kepadanya.
Saya tidak habis pikir melihat cuplikan video tersebut, "Lha orang adeknya udah meninggal kok masih mau dikasih minum susu?".
Ayah Yusuf seakan tidak percaya bahwa putranya yang baru berusia 2,5 tahun ini telah meninggal.
Dari beberapa informasi, saat tertabrak, Yusuf bahkan berada dalam pelukan dan gendongan orang tuanya yang akhirnya terpental kemudian mengalami gegar otak berat.
Mengenai pelaku, Afriani Susanti, pengemudi yang memakai narkoba dan telah menewaskan 9 orang tersebut seolah tidak menyesal atas perbuatan berbahaya yang dilakukannya sehingga menewaskan pengguna jalan lainnya.
Terlihat dari ekspresi wajahnya, Afriani Susanti seolah acuh dan tak peduli meski telah menghabisi nyawa 9 orang. Bagai pembunuh berdarah dingin, sikapnya pun sampai saat ini tetap tertutup dan dingin.
Para kerabat korban menuntut agar Apriani Susanti untuk segera dihukum yang seberat - beratnya sesuai dengan tindakan yang telah dilakukannya. Apriani Susanti menabrak rombongan pejalan kaki yang ada di tepi jalan (trotoar) dengan menggunakan mobil xenia, dia bahkan sama sekali tidak menginjak pedal rem karena saat itu Apriani Susanti masih teler dalam pengaruh sabu - sabu dan ekstasi, hasilnya, belasan orang terlempar bagai permainan bowling tertabrak bolanya.
Kerabat korban mengancam, jika Apriani Susanti hanya dihukum ringan, mereka akan berdemo. Menurut mereka, minimal hukuman penjara seumur hidup untuk Apriani Susanti.
Ketika melihat video amatir yang beredar di internet, ada salah salah satu peristiwa yang membuat hati saya sangat tersentuh. Dalam salah satu cuplikan video tersebut terlihat seorang ayah membawa anaknya yang bernama Yusuf (2,5 tahun) telah terbujur kaku dalam gendongannya, ayah Yusuf berusaha memberikan dot berisi air susu kepadanya.
Saya tidak habis pikir melihat cuplikan video tersebut, "Lha orang adeknya udah meninggal kok masih mau dikasih minum susu?".
Ayah Yusuf seakan tidak percaya bahwa putranya yang baru berusia 2,5 tahun ini telah meninggal.
Dari beberapa informasi, saat tertabrak, Yusuf bahkan berada dalam pelukan dan gendongan orang tuanya yang akhirnya terpental kemudian mengalami gegar otak berat.
Mengenai pelaku, Afriani Susanti, pengemudi yang memakai narkoba dan telah menewaskan 9 orang tersebut seolah tidak menyesal atas perbuatan berbahaya yang dilakukannya sehingga menewaskan pengguna jalan lainnya.
![]() |
| Apriani Susanti ( Pelaku Penabrakan ) |
Para kerabat korban menuntut agar Apriani Susanti untuk segera dihukum yang seberat - beratnya sesuai dengan tindakan yang telah dilakukannya. Apriani Susanti menabrak rombongan pejalan kaki yang ada di tepi jalan (trotoar) dengan menggunakan mobil xenia, dia bahkan sama sekali tidak menginjak pedal rem karena saat itu Apriani Susanti masih teler dalam pengaruh sabu - sabu dan ekstasi, hasilnya, belasan orang terlempar bagai permainan bowling tertabrak bolanya.
Kerabat korban mengancam, jika Apriani Susanti hanya dihukum ringan, mereka akan berdemo. Menurut mereka, minimal hukuman penjara seumur hidup untuk Apriani Susanti.
Subscribe to:
Posts (Atom)


